FESMA (Festival Santri Madin) – Langkah Awal Persiapkan Porsadin

Selasa (25/02), Untuk membantu mempersiapkan kader-kader Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Dinniyah (PORSADIN) Tingkat Kecamatan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo adakan kegiatan Festival Santri Madin (FESMA) antar madrasah dinniyah di desa Gemulak.

Para ustadz dan ustadzah antusias menyambut adanya FESMA, Kegiatan ini sekaligus dijadikan ajang pencarian bibit-bibit unggul dalam rangka persiapan PORSADIN Tingkat Kecamatan kelak. Meskipun tidak sebanyak PORSADIN, cabang lomba FESMA dapat menjadi ajang pelatihan terhadap kepercayaan diri para santri untuk menghadapi kompetisi pada tingkatan yang lebih tinggi.

Para peserta yang berasal dari dua madrasah dinniyah di desa Gemulak, yaitu Madrasah Dinniyah “Thoriqotul Huda” di Dusun Daleman dan “Nurul Ulum” di Dusun Belah terlihat antusias menanti pelaksanaan FESMA.

Sejumlah 38 santri terdaftar dalam tiga cabang lomba yang diadakan, yaitu sebanyak 13 santri merupakan peserta cabang lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ). Fokus MHQ berpusat pada hafalan dan juga pelafalan ayat-ayat suci al qur’an, terkhusus juzz 30. Pemenang juara pertama, Alif Ibnu Murtadho  mengaku sedikit kesusahan dalam menghadapi kategori MHQ yang dilombakan, khususnya untuk kategori sambung surah. Meskipun begitu, juara kedua dan kegita berhasil diperoleh teman alif sendiri, Sabrina Nuri Maulida dan Naufal Ahmad yang ketiganya berasal dari Madrasah Nurul Ulum Belah.

Miskat Muhamad, ketua panitia FESMA menyampaikan untuk tidak berkecil hati bagi yang belum memenangkan juara, sedangkan untuk yang memperoleh juara jangan terlalu membanggakan diri, karena pada dasarnya FESMA hanyalah langkah awal dan masih banyak langkah lagi yang harus ditempuh untuk bisa membanggakan diri dan juga masyarakat.

(Unik Rahayu/UIN Walisongo)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan